Selasa, 21 Juli 2009

KEMAKMURAN

Sebelum kita bicara lebih jauh tentang kemakmuran, kita perlu menyamakan persepsi terhadap definisi kemakmuran itu sendiri. Definisi sangat perlu mengingat dalam pembahasan selanjutnya selalu berkaitan, sehingga perlu adanya penyamaan persepsi definisi tersebut.

Kemakmuran mengandung arti yang berbeda-beda, namun sebelum saya sampaikan definisi kemakmuran menurut pandangan saya, terlebih dahulu kita jawab beberapa pertanyaan sederhana berikut :

a. puaskah kita pada saat kita telah mencapai puncak cita-cita? Apakah kita sudah merasa makmur sejahtera? sebagai contoh kita bercita cita menjadi kepala desa apakah setelah kita menjadi kepala desa kita telah merasa makmur sejahtera, karena telah mencapai keinginan.

b. Puaskah kita pada saat tabungan diposito kita telah banyak terisi, tanaha luas, rumah bagus, mobil mewah? Apakah kita sudah merasa makmur?

c. Puaskah kita saat tawaran kita disetujui client, atau kita mendapat undian, atau mendapat bantuan orang lain/pemerintah? Apakah kita sudah merasa makmur ?

d. Puaskah anda saat semua fasilitas sebagai rakyat di penuhi oleh pemerintah? Apakah anda telah merasa makmur dengan hal tersebut? Dan jawaban semuanya tentu saya belum makmur, meskipun pemerintah telah memnuhi tuntutan masyarakat. Lantas apakah makmur tersebut? dimana letaknya? bagaimana mencapainya? Mungkinkah kita mencapainya?, pertanyaan itulah yang sering muncul dalam benak kita.

Mari kita jawab satu persatu………

Santai meeen………..slow……. slow.

DEFINISI

Kemakmuran adalah terpenuhinya atau tercukupinya kebutuhan baik lahir maupun bathin.SETUJU TIDAK?????. Sebagai instrument, mari kita ingat ingat, pada saat kita mendapatkan semua yang kita cita citakan kita merasa senang sekali, namun itu semua hanya berlangsung sesaat, dan selanjutnya kita bingung mencari cita cita lain yang lebih dapat memuaskan, atau lebih tepat disebut dengan kemakmuran lahiriah. Mengapa hal tersebut bias terjadi? Karena yang kita dapatkan hanyalah kepuasan sesaat. Bukan kepuasan haqiqi. Atau yang biasa di sebut dengan kemakmuran Bathiniah Karena semua bentuk kepuasan yang ada di dunia ini hanyalah sesaat, tidak ada yang haqiqi, coba kita renungkan berapa banyak kepuasan yang telah kita dapati selama kita hidup, mulai dari kita kecil mendapatkan mainan dari orang tua kita, lulus kuliah, cemerlangnya karir, rumah yang bagus, isteri cantik, buah hati yang lucu, dll, semua tak pernah dapat memuaskan kita, tak ada rasa kemakmuran maupun kesejahteraan dalam hidup kita. Maka dapat di simpulkan bahwa kemakmuran haqiqi adalah kemakmuran yang bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan lahir saja namun juga perlu terpenuhinya kebutuhan bathin. Dengan demikian yang dimaksud dengan kemakmuran adalah terpenuhinya kebutuhan lahir dan bathin. SETUJU??????..........terus, dimana dong kemakmuran berada???????

TEMPAT KEMAKMURAN

Sebagai analog, bila kita hoby makan ikan bakar, pada saat kita ingin makan ikan bakar, maka kita harus mengetahui terlebih dahulu dimana ikan berada, sehingga kita dapat segera mengambil dan membakarnya. Dengan demikian kita akan segera dapat merasakan ikan bakar sesuai dengan keinginan kita. Hal tersebut sama saat kita menginginkan kemakmuran, kita harus tahu letak kemakmuran itu berada sehingga kita lekas mendapatkan kemakmuran.

Sesungguhnya apabila kita jeli melihat pembahasan diatas maka sebenarnya kita sudah tahu dimana letak kemakmuran itu berada. Yang bisa mengukur kemakmuran kita adalah diri kita sendiri, orang lain tidak akan dapat mengukur atau melihat kemakmuran kita, karena yang di lihat oleh orang lain hanyalah kulit luarnya saja, mereka hanya melihat tanda tanda kemakmuran hanya dari sisi pakaian, harta, jabatan, ketenaran,dll, namun mereka tidak dapat merasakan mengetahui atau mengukur kemakmuran yang kita rasakan. Oleh karena itu kitalah yang mengetahui apakah kita sudah makmur atau belum. Karena kemakmuran tersebut ada di dalam hati kita. Selanjutnya bagaimana kita bisa makmur???????.

CARA MENDAPAT KEMAKMURAN

Setelah kita tahu tempat ikan berada, yang perlu kita lakukan adalah mengetahui bagaimana cara mendapatkannya. Ada yang bilang untuk mendapatkan ikan cukup datang ke pasar dan menyerahkan beberapa ribu uang, maka kita akan mendapatkan ikan tersebut. Itu betul. Ada yang bilang dengan memancing di sungai.itu juga betul. Ada yang bilang dengan memakai setrom accu. Itu juga betul. Yang lain mengatakan itu semua tidak memuaskan, yang memuaskan adalah dengan memancing di laut, bawa jaring dll.

Begitu juga dengan kemakmuran, banyak mencari kemakmuran dengan jalan berbeda beda, dan jalan yang mereka tempuh tidak ada yang salah. Hanya saja untuk menikmati ikan bakar, bila semua melalui cara di atas akan memakan waktu yang relativ lama, dan yang terjadi adalah kelaparan akan mengejar kita, bahkan bisa bisa air liur netes duluan. Hehehehehe…………

Menurut saya cara yang paling tepat adalah, apabila hoby dengan ikan baker alangkah baiknya bila kita memiliki stok ikan baker di dalam kulkas sehingga saat kita ingin membakar ikan, ikan telah tersedia. Yang kedua bila stok tidak ada alangkah bagusnya bila kita kenal denga penjual ikan, sehingga saat kita butuh tinggal sms dan ikanpun datang sendiri dengan relative lebih cepat, sehingga kita dapat lebih cepat menikmati ikan bakar tersebut. Pertanyaannya adalah bagaimana kita dapat menghubungi tukang ikan sedangkan kita belum kenal. Jawabanya adalah kenalilah tukang ikan tersebut.

Untuk kita dapat makmur, kita harus kaya terlebih dahulu. SETUJU????...... karena kekayaan mendekati kemakmuran. Lantas apa yang di maksud dengan kaya tersebut, mari kita bahas…….tapi….. esok lagi ya….

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar